Seorang pria di kabupaten TTS NTT bunuh dua anaknya yang mash balita secara sadis dan tanpa sebab. Istrinya juga nyaris jadi korban. untung lari ke hutan.
Pelaku membunuh kedua korban di kebun mereka.
Dilansir dari pukanews.com, Awalnya, pelaku bersama istri dan kedua anak yang jadi korban.
Sesampainya di sana, ia dan suaminya mulai bekerja, sementara kedua anak mereka, Jesika Taniu dan Sarifa Taniu, bermain di sungai untuk mencari udang dan kepiting.
Pelaku menuduh istrinya sengaja ingin membunuhnya agar bisa kawin lagi.Pelaku, istri dan kedua korban (anak-anak) sejak pagi hari berada di kebun untuk menjaga tanaman jagung dari hama kera
Kemudian pada pukul 11 30 wita, istri pelaku mengajak pelaku dan kedua korban mencari udang di kali dengan alasan terlalu panas.
Pelaku pun mengikuti ajakan sang istri. Pada saat mencari udang tersebut, istri pelaku mengajak pelaku dan para korban untuk mencari udang agak ke atas di tempat yang bernama Poli.
Pelaku menuduh istrinya sengaja ingin membunuhnya agar bisa kawin lagi.
Bersamaan dengan itu, pelaku mengambil satu buah batu melempar istrinya. Istri pelaku berteriak dan mengajak para korban melarikan diri
Pelaku mengejar korban dan menangkap korban Desika Taniu dan memotong korban dengan parang.
Kemudian pelaku mengejar korban Safira Taniu dan pelaku langsung memotong korban Safira Taniu menggunakan parang tersebut.
Sedangkan istri pelaku, Lefernia Bobe berlari ke arah kampung dan berteriak minta tolong.
Beberapa saat kemudian Melkisedek Taloim dan Nikanor Leni datang.
Keduanya bermaksud menolong korban. Namun pelaku malah menyerang Nikanor Leni menggunakan parang tersebut
Pelaku memotong tangan kiri Nikanor Leni sehingga massa yang sudah datang langsung mengamankan pelaku pada saat itu.
Korban Nikanor Leni yang mengalami luka ppotong pada tangan dirujuk ke Puskesmas Betun, Kabupaten Malaka.
Pelaku telah diamankan ke Polsek Amanatun Utara sekaligus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ayotupas, Kecamatan Amanatun Utara.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (3/3/2025) siang sekitar pukul 13.00 wita di Kali Noeponof, Desa Skinu, Kecamatan Toianas, Kabupaten TTS.
Dua anak gadis dari pelaku yang dibunuh masing-masing Sarifa Taniu (14), siswi kelas II SMP dan Desika Taniu yang masih berusia 4 tahun.
Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian di Kali Noeponof, Desa Skinu.
Seorang pria di kabupaten TTS NTT bunuh dua anaknya yang mash balita secara sadis dan tanpa sebab. Istrinya juga nyaris jadi korban. untung lari ke hutan.
Pelaku membunuh kedua korban di kebun mereka.
Dilansir dari pukanews.com, Awalnya, pelaku bersama istri dan kedua anak yang jadi korban.
Sesampainya di sana, ia dan suaminya mulai bekerja, sementara kedua anak mereka, Jesika Taniu dan Sarifa Taniu, bermain di sungai untuk mencari udang dan kepiting.
“Saya ajak suami saya ke kali untuk membantu anak-anak mencari udang dan kepiting. Namun tiba-tiba suami saya marah dan berkata, ‘Kau omong-omong saya maksudnya apa?’ Saya jawab, ‘Kenapa kau marah-marah?’” ujar Nia Bobe menceritakan kejadian itu.
Tanpa diduga, Yani Taniu langsung menyerang dan memegang anak bungsu mereka, Jesika Taniu, lalu membunuhnya di tempat.
Setelah itu, ia menyimpan jasad anaknya dan mengejar anak kedua mereka, Sarifa Taniu. Dalam upaya melarikan diri, Sarifa terjatuh, dan pelaku langsung menghabisinya.
“Saya lari masuk hutan untuk menyelamatkan diri dan meminta tolong kepada om Ananias Tahun. Setelah itu, saya melaporkan kejadian ini ke warga,” tambah Nia Bobe.
segera mencari keberadaan Yani Taniu. Mereka menemukan pelaku masih berada di sungai dekat kebun mereka.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada kepala desa, yang langsung meneruskan informasi ke pihak kepolisian.
Sekitar pukul 16:30 WITA, aparat dari Polsek Ayotupas tiba di lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Saat ini, Yani Taniu telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Beberapa saksi mata yang mendengar teriakan ibu korban langsung keluar rumah dan menyaksikan kondisi mengerikan di lokasi kejadian.
Sekita Pukul 16:30 polsek Ayotupas sudah amankan pelaku pembunuhan anak sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum berhasi dikonfirmasi terkait Motif di balik Kejadian tersebut.
[ Jitron T /pukanews.com]